... 10 Negara Penghasil Nikel Terbesar di Dunia Tahun 2023 - Kalila Info

Search Suggest

10 Negara Penghasil Nikel Terbesar di Dunia Tahun 2023

Deretan 10 Negara Penghasil Nikel Terbesar di Dunia Tahun 2023. Nikel adalah logam penting untuk industri baja, baterai, dan peralatan listrik.
10 Negara Penghasil Nikel Terbesar di Dunia Tahun 2023

Kalilainfo.com - Nikel adalah salah satu logam penting yang banyak digunakan dalam berbagai industri, terutama industri baja tahan karat, baterai, dan pembuatan peralatan listrik. Seiring dengan pertumbuhan kendaraan listrik yang pesat, permintaan nikel global diperkirakan akan terus meningkat tajam pada tahun-tahun mendatang. 

Oleh karena itu, pengetahuan tentang negara-negara penghasil nikel terbesar sangat penting. Tulisan ini akan membahas 10 negara dengan produksi nikel terbesar di dunia berdasarkan data tahun 2023.

1. Indonesia

Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara penghasil nikel terbesar di dunia dengan perkiraan produksi mencapai 2,2 juta metrik ton pada 2023. Kenaikan drastis produksi nikel Indonesia terjadi sejak tahun 2020, di mana produksinya melonjak dari sekitar 760 ribu metrik ton di 2019 menjadi 1,1 juta metrik ton di 2020. 

Peningkatan produksi nikel Indonesia tak lepas dari operasionalnya sejumlah smelter nikel raksasa milik perusahaan tambang besar seperti Vale, ANTAM, dan lainnya. Hampir semua tambang nikel Indonesia berlokasi di Sulawesi, terutama Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Total cadangan sumber daya nikel Indonesia diperkirakan mencapai 21 miliar ton.

2. Filipina  

Filipina menduduki peringkat kedua dengan perkiraan produksi nikel sebesar 380 ribu metrik ton pada 2023. Produksi nikel Filipina sebagian besar diekspor dalam bentuk bijih nikel atau nickel ore. 

Hampir semua tambang nikel Filipina dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan asal Tiongkok. Beberapa tambang nikel terbesar di Filipina berlokasi di Provinsi Surigao del Norte. Total cadangan sumber daya nikel Filipina diperkirakan sebesar 290 juta ton.

3. Kanada

Kanada menempati peringkat ketiga dengan perkiraan produksi sebesar 210 ribu metrik ton pada 2023. Produksi nikel Kanada berasal dari tambang bijih nikel terbuka (open pit) dan tambang bawah tanah (underground) yang tersebar di beberapa provinsi seperti Ontario, Manitoba, Quebec, dan Newfoundland and Labrador.   

Perusahaan tambang raksasa seperti Vale dan Glencore adalah produsen nikel terbesar di Kanada. Total cadangan nikel Kanada diperkirakan sebesar 15 juta ton.

4. Rusia  

Dengan perkiraan produksi sebesar 205 ribu metrik ton pada 2023, Rusia menempati peringkat keempat negara penghasil nikel terbesar di dunia. Kebanyakan tambang nikel Rusia berlokasi di Semenanjung Kola di Oblast Murmansk dekat perbatasan Norwegia dan Finlandia. 

Perusahaan produsen nikel terbesar Rusia antara lain Nornickel, Ufaleynickel, dan Yuzhuralnickel. Total cadangan sumber daya nikel Rusia diperkirakan mencapai 19 juta ton.  

5. Australia

Australia merupakan produsen nikel kelima terbesar di dunia dengan perkiraan produksi mencapai 180 ribu metrik ton pada 2023. Hampir semua tambang nikel Australia berlokasi di Western Australia, terutama di sekitar Karratha, Leinster, Cliffs Nickel, dan Cosmos Nickel. 

Perusahaan tambang seperti BHP Billiton dan Minara Resources adalah produsen utama nikel di Australia. Cadangan sumber daya nikel Australia diperkirakan sebesar 24 juta ton.

6. Kaledonia Baru

Kaledonia Baru menempati peringkat keenam dengan perkiraan produksi nikel sebesar 170 ribu metrik ton pada 2023. Pulau ini terletak di Samudra Pasifik bagian barat daya. Hampir seluruh produksi nikel Kaledonia Baru berasal dari satu tambang raksasa bernama Goro Nickel milik perusahaan Prancis, Vale Nouvelle-Cal├ędonie.

7. Brazil  

Dengan perkiraan produksi sebesar 150 ribu metrik ton pada 2023, Brasil menduduki peringkat ketujuh negara penghasil nikel terbesar. Kebanyakan tambang nikel Brasil dimiliki oleh Vale dan berlokasi di tengah negara bagian Bahia, Brazil timur laut. 

Total cadangan sumber daya nikel Brasil diperkirakan mencapai 17 juta ton. Produksi nikel Brasil sebagian besar diekspor dalam bentuk bijih nikel dan ferronickel.  

8. Cina

Cina merupakan produsen dan konsumen nikel terbesar kedua di dunia setelah Indonesia. Diperkirakan produksi nikel Cina mencapai 130 ribu metrik ton pada 2023. Kebanyakan tambang nikel Cina berlokasi di daerah Xinjiang, Provinsi Jilin, dan Qinghai.  

Perusahaan produsen utama antara lain Jinchuan Group, Jilin Jien Nickel, dan Shandong Xinhai Technology. Total cadangan sumber daya nikel Cina diperkirakan mencapai 3,4 juta ton.

9. Norwegia  

Norwegia menempati peringkat kesembilan dengan perkiraan produksi nikel sebesar 100 ribu metrik ton pada 2023. Hampir seluruh produksi Norwegia berasal dari satu tambang bawah tanah raksasa milik Nornickel di Kevitsa. Selain itu ada beberapa tambang kecil lainnya di Nordland dan Telemark.

10. Kolombia

Diperkirakan produksi nikel Kolombia mencapai 85 ribu metrik ton pada 2023, menempatkannya pada peringkat kesepuluh dunia. Produksi berasal dari Cerro Matoso mine di Cordoba Department yang merupakan salah satu tambang nikel terbesar di Amerika Selatan. Tambang ini dioperasikan oleh perusahaan South32.

Dampak Industri Nikel terhadap Lingkungan 

Meski menjanjikan secara ekonomi, aktivitas pertambangan dan smelter nikel juga membawa sejumlah dampak buruk terhadap lingkungan sekitar, seperti:

  • Pencemaran air dan udara akibat limbah cair maupun debu. Limbah ini mengandung bahan kimia berbahaya seperti arsenik, timbal, kadmium, dan lainnya.
  • Perusakan habitat ekosistem asli dan ancaman punahnya beberapa spesies satwa langka di sekitar tambang nikel. 
  • Emisi gas rumah kaca (terutama CO2 dan methane) yang tinggi dari aktivitas penambangan, pengolahan, dan transportasi nikel.
  • Konsumsi energi yang masih didominasi energi fosil sehingga menyumbang emisi karbon tinggi. 
  • Dampak sosial seperti konflik tanah dan pengusiran masyarakat adat dari hutan adatnya untuk ekspansi tambang nikel. 

Upaya Mengurangi Dampak Buruk Nikel

Sejumlah upaya tengah dilakukan untuk meminimalkan dampak lingkungan dan sosial dari industri nikel, antara lain:

  • Penerapan teknologi ramah lingkungan pada proses tambang dan pengolahan bijih nikel. Misalnya teknik pengolahan bijih dengan pelarut organik yang lebih aman.
  • Penggunaan energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon, seperti listrik dari PLTA atau bayu untuk menggerakkan smelter maupun fasilitas tambang. 
  • Daur ulang produk bekas yang mengandung nikel, seperti baterai bekas kendaraan listrik. Hal ini bisa mengurangi ketergantungan pada nikel tambang baru.
  • Sertifikasi standar internasional seperti ISO 14001 yang menjamin pengelolaan lingkungan oleh perusahaan pertambangan.
  • Transparansi dan pelibatan masyarakat adat dalam mengelola tambang agar tidak merugikan hak dan kepentingan mereka.

Prospek Nikel ke Depan

Dengan makin pesatnya revolusi kendaraan listrik global, permintaan nikel diperkirakan akan terus meningkat tajam pada dekade mendatang. Komponen utama baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik justru adalah nikel.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan nikel untuk baterai akan meningkat 30 kali lipat pada 2040. Hal ini tentu menguntungkan negara-negara penghasil nikel besar seperti Indonesia.

Namun di sisi lain, tekanan lingkungan dan sosial juga makin besar bagi industri nikel untuk beralih ke tambang yang lebih ramah dan berkelanjutan. Jika tidak, citra dan permintaan nikel dari negara-negara maju yang peduli lingkungan bisa terganggu.

Kesimpulan

Itulah ulasan mengenai 10 negara dengan produksi nikel terbesar di dunia pada 2023 beserta prospek dan tantangannya ke depan. Indonesia kini mendominasi dengan pangsa pasar nikel global sekitar 30-35 persen.

Dengan berbagai inovasi teknologi penambangan dan dilebur yang lebih ramah lingkungan, diharapkan industri nikel tetap sustainabel tanpa merusak alam dan mengancam keberlangsungan hidup generasi penerus kita.

Baca Juga

Posting Komentar

Harap berkomentar tidak mengganggu ya