... 10 Negara Penghasil Coklat Terbesar di Dunia - Kalila Info

Search Suggest

10 Negara Penghasil Coklat Terbesar di Dunia

10 negara penghasil kakao dan coklat terbesar global, mulai dari Pantai Gading, Ghana, Indonesia, Nigeria, Kamerun, Ekuador, Brasil, Dominika,
10 Negara Penghasil Coklat Terbesar di Dunia

Kalilainfo.com - Coklat adalah salah satu makanan yang paling digemari di seluruh dunia. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat coklat cocok dinikmati dalam berbagai cara, mulai dari coklat batangan, bubuk coklat untuk minuman, hingga berbagai jenis makanan dan minuman yang menggunakan coklat. 

Tahukah Anda dari mana asal coklat yang Anda nikmati itu berasal? Secara global, ada beberapa negara utama penghasil biji kakao yang menjadi bahan baku pembuatan coklat. Berikut ini adalah 10 negara dengan produksi kakao dan produk turunannya terbesar di dunia:

1. Pantai Gading

Pantai Gading menempati posisi pertama sebagai negara penghasil kakao terbesar di dunia. Negara yang terletak di Afrika Barat ini memproduksi sekitar 2,2 juta ton kakao per tahun, atau sekitar 40% dari total produksi kakao dunia. 

Sebagian besar perkebunan kakao Pantai Gading berlokasi di bagian tengah dan timur negara ini. Daerah-daerah seperti Yamoussoukro, Daloa, Bouaflé, dan Abengourou dikenal sebagai lokasi utama perkebunan kakao di Pantai Gading.

Selain mengekspor dalam bentuk biji, Pantai Gading juga mengekspor kakao dalam bentuk bubuk, mentega/lemak kakao, dan produk jadi seperti coklat. Pantai Gading merupakan produsen utama untuk merek-merek coklat ternama seperti Lindt, Callebaut, dan Mars. Kakao dari negara ini sangat diminati karena rasa dan aromanya yang kuat.

2. Ghana  

Ghana menempati posisi kedua dengan total produksi kakao sebesar 1 juta ton per tahunnya. Kontribusinya terhadap pasokan kakao dunia mencapai sekitar 20%.

Sebagian besar kakao Ghana berasal dari wilayah Ashanti, Western Region, Eastern Region, Volta Region, dan Central Region. Daerah-daerah ini memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi yang sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman kakao.

Kakao dari Ghana dikenal memiliki rasa dengan tingkat kepahitan dan aroma yang tajam. Karakteristik ini menjadikan kakao Ghana populer sebagai bahan campuran untuk produk-produk coklat premium. Bahkan beberapa merek besar seperti Cadbury dan Nestle sering mencampurkan kakao Ghana di beberapa varian produk mereka.

3. Indonesia

Di urutan ketiga negara penghasil kakao terbesar adalah Indonesia, dengan jumlah produksi mencapai 860 ribu ton tiap tahunnya. Kontribusi Indonesia terhadap total produksi kakao dunia sekitar 15%. 

Kakao Indonesia sebagian besar dihasilkan di pulau Sulawesi, khususnya Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Di luar Sulawesi, komoditas kakao juga banyak diproduksi di Sumatera Barat, Aceh, dan Maluku Utara.

Biji kakao Indonesia terkenal karena keberagaman dan kompleksitas rasanya. Petani lokal menjual kakao mereka langsung ke eksportir sehingga bisa didistribusikan ke berbagai negara sebagai bahan baku produk coklat dan makanan. Beberapa perusahaan coklat ternama seperti Lindt, Cargill Cocoa, dan Guittard termasuk pelanggan utama kakao dari Indonesia.

4. Nigeria  

Nigeria menempati posisi keempat dengan kontribusi produksi kakao sekitar 270 ribu ton per tahunnya. Total produksi dari Nigeria ini sekitar 5% dari seluruh kakao dunia. Sebagian besar kakao Nigeria dihasilkan dari negara bagian Ondo, Cross River, Ogun, Ekiti, Osun, dan Oyo.

Kakao asal Nigeria termasuk jenis Forastero dengan citarasa cokelat yang kuat. Rasanya yang cukup pahit dengan sedikit aroma buah membuat kakao Nigeria cocok diolah menjadi bubuk cokelat atau campuran untuk makanan dan minuman berbahan dasar cokelat.

5. Kamerun

Di posisi kelima ada Kamerun dengan total produksi kakao mencapai 260 ribu ton per tahun, setara dengan sekitar 5% produksi kakao dunia. Sebagian besar perkebunan kakao Kamerun terdapat di wilayah-wilayah sekitar Kota Douala dan Yaoundé.   

Karena letak geografisnya yang dekat dengan Pantai Gading, kakao Kamerun memiliki karakteristik yang mirip. Kakao dari negara ini memiliki cita rasa dengan tingkat kepahitan sedang dan aroma kuat alami khas biji kakao. Kesamaan cita rasa ini membuat kakao Kamerun sering dicampurkan dengan kakao Pantai Gading.

6. Ekuador  

Dengan produksi kakao rata-rata 250 ribu ton per tahun, Ekuador menempati urutan keenam negara penghasil kakao terbesar di dunia. Kontribusinya terhadap total kakao dunia sekitar 5%.

Sebagian besar perkebunan kakao Ekuador berada di daerah pesisir yang memiliki curah hujan dan kondisi tanah sangat ideal untuk menumbuhkan kakao berkualitas tinggi. Dua provinsi utama penghasil kakao di Ekuador adalah Guayas dan Manabí.

Kakao Ekuador banyak digunakan dalam berbagai merek cokelat premium dunia seperti Domori dan Amedei karena rasanya yang kompleks dengan sedikit rasa buah dan floral. Teksturnya juga lembut namun padat sehingga sangat digemari para kreator cokelat.   

7. Brasil

Bahkan setelah Kamerun dan Ekuador, produksi kakao Brasil tak jauh berbeda yaitu sekitar 230 ribu ton tiap tahunnya. Totalnya, kakao Brasil berkontribusi hampir 5% terhadap produksi kakao global. 

Bahia dan Pará adalah dua negara bagian Brasil yang paling banyak menghasilkan kakao. Iklim kedua daerah ini sangat cocok untuk pertumbuhan berbagai varietas kakao mulai dari Criollo, Forastero, hingga Trinitario.

Terdapat banyak sekali varietas kakao yang dihasilkan petani Brasil. Hal ini membuat biji kakao dari Brasil memiliki beragam rasa mulai dari cokelat, kopi, karamel, hingga rasa kacang. Karakteristik unik inilah yang membuat cokelat Brasil selalu dinantikan kehadirannya.

8. Dominika

Negara Kepulauan Dominika di Karibia menghasilkan sekitar 26 ribu ton kakao setiap tahunnya. Meski jumlah ini hanya sekitar 0,5% dari total produksi dunia, kakao Dominika terkenal akan kualitas dan cita rasanya yang eksotis. 

Dominika merupakan salah satu produsen kakao organik terbaik di dunia. Hampir semua perkebunan kakao di negara ini dikelola secara organik dan berkelanjutan tanpa bahan kimia sintetis. Kondisi tanah vulkaniknya yang subur serta iklim tropis basahnya sangat ideal bagi pertumbuhan tanaman kakao. 

Karena faktor alam dan cara budidayanya yang alami, biji kakao Dominika memiliki keunikan tersendiri. Rasa dan aromanya sangat kompleks mulai dari cokelat, buah-buahan, karamel, hingga rempah-rempah yang membuatnya sangat dicari produsen cokelat dunia.

9. Solomon Islands

Kepulauan Solomon yang terletak di Samudera Pasifik juga merupakan salah satu produsen kakao dunia meski dengan skala kecil. Total produksinya sekitar ribuan ton per tahun dengan kontribusi kurang dari 0,3% terhadap total kakao global.  

Iklim dan kondisi geografis Solomon Islands sangat ideal untuk pertumbuhan tanaman kakao. Kebanyakan perkebunan kakao di negara ini masih merupakan perkebunan rakyat dengan skala kecil yang dikelola para petani dan keluarga mereka.

Meski produksinya tidak sebanyak negara Afrika atau Amerika Latin, kakao Kepulauan Solomon tetap mendapat tempat di pasar global. Hal ini karena rasanya yang unik dengan aroma rempah, karamel, dan sedikit rasa asam yang khas. Kakao Solomon banyak dicari sebagai bahan kreasi produk cokelat premium.

10. Papua Nugini  

Produsen kakao terbesar kesepuluh di dunia adalah Papua Nugini dengan total produksi 48 ribu ton pada tahun 2020. Seluruh produksi kakao di negara ini berasal dari sektor perkebunan rakyat skala kecil hingga menengah.

Curah hujan tinggi di Papua Nugini menjadi faktor utama kesuburan tanahnya yang sangat sesuai untuk menghasilkan kakao beraroma dan cita rasa kompleks. Komponen-komponen seperti cokelat, madu, karamel, hingga rempah terdeteksi pada biji kakao varietas Trinitario asal negara ini.  

Kecilnya skala produksi membuat kakao asal Papua Nugini hanya diekspor dalam jumlah kecil ke berbagai negara. Namun karena cita rasa dan konsistensi kualitasnya, kakao negara ini tetap menjadi bagian penting dalam industri cokelat premium global.

Kesimpulan

Itulah rangkuman 10 negara penghasil kakao dan cokelat terbesar di dunia saat ini. Meski didominasi Afrika Barat dan Amerika Latin, kakao dari berbagai belahan dunia tetap penting dalam memasok bahan baku cokelat kebutuhan global. Uniknya, setiap daerah penghasil kakao memiliki karakteristik cita rasa tersendiri yang memperkaya jenis dan varian produk cokelat di pasaran.

Baca Juga

Posting Komentar

Harap berkomentar tidak mengganggu ya